-- --> Skip to main content

Memanfaatkan Waktu

Memanfaatkan Waktu

Robi'ah al-Adawiyah memberikan pandangan tentang waktu, "Kita hanya memiliki hari-hari yang terbatas dan dengan jumlah tertentu. Jika satu hari telah berlalu, maka berkuranglah jumlah harimu. Jika sebagian besar telah berlalu, maka sebagian yang lain nyaris berlalu pula. Oleh karena itu, ber-amal-lah dan ambil pelajaran darinya. Janganlah kemudian engkau mengatakan “Uangku telah habis satu dinar atau satu dirham. Harta dan kemuliaanku telah lenyap”. Namun, katakanlah “Usiaku telah berlalu sehari. Amal apa yang telah aku lakukan pada hari itu? Sesungguhnya datangnya hari, berarti berkurangnya usia."
Ada pula seorang ahli ibadah yang mengalami sakaratul maut. Dia berkata, "Aku tidak bersedih karena berpisah dengan dunia. Namun, aku bersedih karena aku ingat bahwa pada malam-malam aku tertidur dan siangnya aku tidak melaksanakan shaum, dan pada saat-saat aku tidak berdzikir kepada Allah."
Pandangan Al-Ula bin Ziyad tentang waktu, "Apabila hari baru tiba, hari itu berkata, 'Hai manusia, aku adalah hari baru. Aku menyaksikan amal yang kamu lakukan. Jika matahariku terbenam, aku takkan pernah menemuimu lagi hingga kiamat."
Al-Hasan berkata kepada teman duduknya, "Hai para syaikh, apa yang kalian tunggu dari tanaman kalian?"
Mereka menjawab "Panen."
Salah seorang diantara mereka bersenandung.
Sebelum kamu mati, lakukanlah persiapan karena uban itu merupakan pendahuluan kematian.
Pandangan Al-Hasan tentang waktu, "Hai manusia, jangan mengkonsentrasikan kebingungan setahun didalam satu hari. Cukuplah kamu memikirkan apa yang terjadi pada hari ini. Jika usiamu setahun lagi, niscaya Allah memberikan jatah rizkimu untuk tahun itu. Jika usiamu bukan setahun, berarti kamu hanya mencari sesuatu yang bukan milikmu.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar