-- --> Skip to main content

Ibnu Muljam Pembunuh Ali Ra


            Ibnu Muljam adalah seorang muslim yang taat sekali beribadah. Ia dikabarkan sebagai orang yang ritual ibadahnya dahsyat. gemar berpuasa saat siang hari dan menjalankan Shalat tidak pernah tertinggal terutama shalat malam. Dahinya hitam sebagai tanda sujud terus menerus. Bacaan ngajinya sangat bagus sehingga memukau banyak orang. Ia juga dikenal sebagai seorang penghafal Alquran.

            Dia mengajarkan Al-Quran kepada orang lain. Tentang kemampuannya ini, Khalifah Umar bin Khatab sendiri mengakuinya. Dia pun pernah dikirim Khalifah Umar ke Mesir untuk memberi pengajaran Al-Quran di sana, untuk memenuhi permintaan Gubernur Mesir yaitu  Amr  bin Ash, karena mereka sedang membutuhkan seorang qari. 

            Dalam surat balasannya kepada Gubernur Mesir,  Umar menulis: “Aku telah mengirim kepadamu seorang yang shalih, Ibnu Muljam. Aku merelakan ia bagimu. Jika telah sampai, muliakanlah ia, dan buatkan sebuah rumah untuknya sebagai tempat mengajarkan Al-Quran kepada masyarakat”.


            Tapi sejarah juga yang mengabarkan bahwa Ibnu Muljam adalah pembunuh Ali bin Abi Thalib, khalifah ke empat Khulafaur rasyiddin.



            Sayyidina Ali adalah sahabat dekat sekaligus saudara Nabi Muhammad Saw. Dan banyak kabar shohih yang mengatakan bahwa kedekatan beliau dengan Nabi ibarat kembar identik. "Ali dariku dan aku dari Ali," dan juga "Jika Aku (Muhammad) Gudangnya ilmu maka ali adalah pintunya" sabda Nabi Muhammad Saw.





            Bagaimana cara Ibnu Muljam membunuh Sayyidina Ali?



            Ibnu Muljam tidur di masjid dengan menyembunyikan pedang beracun di dalam bajunya. Ia tahu bahwa Imam Ali tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah. Dan pada saat mendekati subuh, Sayyidina Ali lah yang membangunkannya dari tidur. Saat Sayyidina Ali sedang sujud dalam shalatnya Ibnu Muljam pun menghunjamkan pedang beracunnya ke batok belakang kepala Sayyidina Ali.





            Mengapa Ibnu Muljam membunuh Sayyidina Ali ?



            Ibnu Muljam membunuh Sayyidina Ali saudara dekat dari Nabi dengan kesombongannya. Ia menuding Ali sebagai orang  kafir, karena tidak sesuai dengan Islam versinya.



            Sombong inilah sifat yang membuat iblis di kutuk meski ia dikabarkan mahluk yang paling taat beribadah pada masanya.



            Apa pelajaran yang kita ambil dari cerita di atas?



           Dari cerita diatas sebenarnya akal bisa memilah, bahwa sebenarnya satu ajaran belum tentu menjadikan seseorang itu benar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar