-- --> Skip to main content

Sedihnya Abu Bakar RA


Sepulangnya dari Mekkah dan datang ke Madinah, Rasulullah SAW kemudian mengumpulkan para sahabatnya dan memberitahukan akan ayat tersebut .
Mendengar Wahyu Allah yang di sabdakan Nabi Muhammad SAW .Para sahabat bergembira   karena ayat tersebut mengungkapkan bahwa agama islam sudah sempurna dan Allah SWT telah memberi nikmat dengan hidayat taufiq pertolongan karena telah menaklukan mekkah dan menghancurkan berhala jahiliyah islam yang terus bersyiar. Danjuga Allah telah meridhoi agama islam diantara agama yang lain dan tidak agama selain islam di sisi allah.
Kegembiraan  yang sedang menyelimuti para sahabat ternyata tidak dirasakan oleh Abu bakar RA.  Malahan mendengar ayat tersebut beliau susah kemudian pulang, pintu kamarnya dikunci dan menangis di kamar setiap siang dan malam.

Mendengar bahwa Abu Bakar  menangis dikamar. Para sahabat berkumpul dan pergi ke rumah Abu Bakar.
 " Ya abu bakar mengapa engkau menangis disaat seharusnya bergembira karena Allah telah menyempurnakan agama kita?" Tanya para sahabat
"kalian tidak tahu ini adalah musibah kalau sesuatu sudah sempurna sesuatu akan ada kelemahan. ayat ini menandakan bahwa kita akan pisah dengan Rasulallah SAW" Jawab Abu Bakar RA
Setelah mendengar jawaban Abu Bakar RA para sahabat menjerit dan menangis isyarah karena akan berpisah dengan Rasulallah SAW.
Para sahabat kemudian menemui Rasulullah dan bertanya perihal apa yang disampaikan oleh Abu Bakar RA bahwa ayat ini menunjukkan wafatnya Rasulullah.
"Benar apa yang dikatakan Abu Bakar RA. Sudah dekat pisahku padamu" Sabda Nabi Muhammad SAW
Mendengar Sabda Rasulullah SAW,  Abu Bakar RA tersungkur sedangkan Sayyidina Ali  gemetar dan  para sahabat cemas dan menangis bahkan malaikat pun ikut menangis saking cinta nya kepada nabi muhammad SAW.
setelah itu Nabi muhammad bersalam salaman dengan sahabat satu persatu dan berpamitan dan berwasiat.

ayat yang dimaksud adalah al maidah ayat 2 yang turun di arafah hari jumat ba'da asar  Ketika nabi wukuf haji wada


"Huwal habiibulladzi turjasyafaatuhu likullihaulin minal ahwalimuqtahimi"
Beliau kekasih Allahyang diharapkan syafaatnya dalam setiap ketakutanyang datang tanpa diharapkan.
Semoga kita mendapatkan Syafaat Rasulallah SAW. Amin


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar