MARI KITA RENUNGI
Allah
SWT berfirman dalam hadits qudsi: Wahai manusia! Jangan engkau menjadi orang
yang terlambat dalam bertaubat, membumbung angan-angan dan mengharap kenikmatan
hidup di akhirat tanpa amal.
Berkata
seperti ahli ibadah, beramal seperti orang munafik. Jika diberi karunia tidak pernah
mau menerima apa adanya. Dan jika tidak diberi tidak mau bersabar. Mengajak
berbuat baik pada orang lain, tapi ia sendiri mengabaikannya. Mencegah orang
lain agar tidak berbuat nista, sementara ia sendiri melakukannya.
Mencintai
orang yang berbuat baik, tapi ia sendiri tidak termasuk didalamnya. Membenci
orang yang bersikap munafik, tapi ia sendiri termasuk didalamnya. Mengatakan
sesuatu yang ia sendiri tidak berbuat, bahkan ia melakukan yang ia larang.
Meminta orang lain agar memenuhi janji, tapi ia sendiri mengkhianatinya.
Allah Swt berfirman: Wahai manusia! Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rezeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memuji-Ku. Dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mau menerimanya dengan lapang dada. Dan dengan pemberian yang banyak, engkau juga tidak pernah merasa cukup atau merasa kenyang.
Allah Swt berfirman: Wahai manusia! Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rezeki kepadamu, sementara engkau tidak pernah memuji-Ku. Dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mau menerimanya dengan lapang dada. Dan dengan pemberian yang banyak, engkau juga tidak pernah merasa cukup atau merasa kenyang.
Wahai
manusia! Setiap hari Aku mendatangkan rezeki untukmu, tapi setiap malam
malaikat datang kepada-Ku, dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau
makan rezeki dengan lahap, tapi engkau tidak segan-segan pula berbuat durhaka
kepada-Ku. Aku kabulkan jika engkau memohon kepada-Ku, kebaikan dari-Ku tidak
putus-putus mengalir untukmu, tapi sebaliknya kejelekanmu sampai kepada-Ku
tiada henti-hentinya.
Aku sungguh sangat malu kepadamu, tapi engkau
sedikitpun tidak pernah merasa malu kepada-Ku. Betapa seringnya engkau melupakan
diri-Ku dan lebih banyak mengingat kepada yang lain. Kepada manusia engkau
merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja. Kepada manusia
engkau merasa takut apabila dimarahi, tapi pada murka-Ku engkau tidak peduli.