Dalam mencari ilmu sudah pasti ada hubungan antara murid dan guru yang harus dijaga dengan erat. Dalam artian selalu menjaga rasa, akhlaq, tata krama, Mengapa demikian? Karena setiap hari selalu tatap muka dan pasti setiap pertemuan ada gesekan gesekan.
Untuk meminimalisasi gesekan dan perbedaan antara murid dan
guru perlu dasar yang kuat. Seperti di pesantren yang pertama di ajarkan adalah
ilmu akhlaq salah satunya adalah kitab Talim mutaallim dan juga Akhlaq murid terhadap guru.
Jika kita ingin berguru kepada seseorang, Seyogyanya kita harus mengetahui sedikit tentang beliau,
Seperti ilmu, Akhlaq, Wira'i nya sehingga diharapkan apabila kita sudah menjadi
murid nya gesekan gesekan akan
diminimalisasi.
Kebebasan adalah hak setiap orang, Namun ada batasan batasan
yang harus diperhatikan. Seperti kebebasan antara murid dan guru adalah salah
satu hal yang pasti ada. seperti guru yang memiliki metode dalam pembelajaran
maka murid harus patuh kaena itu adalah kebebasan guru.
Itu baru dalam lingkup belajar mengajar belum lagi hal hal lain seperti uang. Dalam mencari ilmu salah satu Syarat mencari ilmu adalah membutuhkan biaya. pembagiannya pun macam macam.Salah satunya adalah untuk operasional sehari hari dalam hal belajar mengajar.Dan biasanya yang menentukan besaran biaya adalah guru.
Dalam hal ini mungkin bisa terjadi masalah. Dimana murid merasa keberatan dengan biaya tersebut. Disisi ini memang apabila murid ingin menyampaikan keberatan mengenai biaya maka harus ada akhlaq dan tatakrama dalam Cara menyampaikan pendapat tersebut.
Sehingga
guru tidak tersinggung dan kebebsan antara murid dan guru tetap terjaga dan
ridho dari guru terhadap murid terjadi dan pada akhirnya murid mendapatkan ilmu yang
manfaat dan barokah.
Tapi ingat dalam nadzom
alala "seandainya ilmu dapat dijualbelikan maka satu huruf setara dengan
seribu dirham". begitu mahalnya ilmu jika satu huruf di samakan dengan
seribu dirham.