-- --> Skip to main content

Kebebasan Antara Murid Dan Guru

  

    Dalam mencari ilmu sudah pasti ada hubungan antara murid dan guru yang harus dijaga dengan erat. Dalam artian selalu menjaga rasa, akhlaq, tata krama,  Mengapa demikian? Karena setiap hari selalu tatap muka dan pasti setiap pertemuan ada gesekan gesekan.

    Tak bisa di pungkiri gesekan antara murid dan guru pasti akan ada baik dalam pola pikir, dan lain sebagainya. Seperti Imam syafii dan gurunya Imam Maliki memiliki beberapa perbedaan, namun mereka tetap saling menghormati.

Untuk meminimalisasi gesekan dan perbedaan antara murid dan guru perlu dasar yang kuat. Seperti di pesantren yang pertama di ajarkan adalah ilmu akhlaq salah satunya adalah kitab Talim mutaallim dan juga Akhlaq murid terhadap guru.

    Jika kita ingin berguru kepada seseorang, Seyogyanya  kita harus mengetahui sedikit tentang beliau, Seperti ilmu, Akhlaq, Wira'i nya sehingga diharapkan apabila kita sudah menjadi murid nya gesekan gesekan  akan diminimalisasi.

    Kebebasan adalah hak setiap orang, Namun ada batasan batasan yang harus diperhatikan. Seperti kebebasan antara murid dan guru adalah salah satu hal yang pasti ada. seperti guru yang memiliki metode dalam pembelajaran maka murid harus patuh kaena itu adalah kebebasan guru.

    Itu baru dalam lingkup belajar mengajar belum lagi hal hal lain seperti uang. Dalam mencari ilmu salah satu Syarat mencari ilmu adalah membutuhkan biaya. pembagiannya pun macam macam.Salah satunya adalah untuk operasional sehari hari dalam hal belajar mengajar.Dan biasanya yang menentukan besaran biaya adalah guru.

    Dalam hal ini mungkin bisa terjadi masalah. Dimana murid merasa keberatan dengan biaya tersebut. Disisi ini memang apabila murid ingin menyampaikan keberatan mengenai biaya maka harus ada akhlaq dan tatakrama dalam Cara menyampaikan pendapat  tersebut.

    Sehingga guru tidak tersinggung dan kebebsan antara murid dan guru tetap terjaga dan ridho dari guru terhadap murid terjadi  dan pada akhirnya murid mendapatkan ilmu yang manfaat dan barokah.

 Tapi ingat dalam nadzom alala "seandainya ilmu dapat dijualbelikan maka satu huruf setara dengan seribu dirham". begitu mahalnya ilmu jika satu huruf di samakan dengan seribu dirham.

 


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar